PMTES-PETERGO

Ensure the best structure for your building

LAYANAN KAMI

Building Audit, Forensic Structure

STEEL TEST

Steel Test ( Tes Baja )
Steel Test ( Tes Baja ) adalah sebuah metode testing yang dilakukan untuk mengukur setiap aspek dari komponen sebuah baja.
Baca Lebih Lanjut

Berikut adalah layanan dari PMTES-PETERGO kelola dalam hal terkait tes baja;

Hardness adalah salah satu sifat mekanik dari suatu material. Tujuan dari pengujian kekerasan suatu material adalah untuk mengetahui berapa tingkat daya tahan material tersebut dan apakah material tersebut layak (sesuai standar) menurut peraturan yang berlaku.

Metode Coating Thickness adalah  adalah metode pengukuran ketebalan lapisan cat atau bahan lainnya. Ketebalan produk dapat diketahui sehingga produk yang diuji selalu terpelihara sesuai dengan standar yang tlah ditentukan kualitasnya.

Metode Steel Thicknees adalah metode untuk mengukur Ketebalan baja, ukuran ketebalan logam, plastik dan kaca agar dapat  kualitas, pengujian korosi dan erosi.

Pengukuran yang dibuat umumnya didasarkan pada penguatan potensi perbedaan di beton relatif terhadap referensi setengah sel ditempatkan pada permukaan beton. Sel-paruh yang digunakan biasanya tembaga/tembaga sulfat atau perak/perak klorida sel tetapi beberapa juga menggunakan kombinasi lain dari bahan. Sementara beton berfungsi sebagai elektrolit dan kemungkinan korosi pada penguatan di lokasi pengujian secara empiris terkait dengan perbedaan potensi diukur.

Torsi adalah salah satu pengujian merusak yang mengakibatkan suatu material mengalami patahan. Uji punter digunakan untuk menguji bahan-bahan getas, misalnya baja-baja untuk perkakas, dan telah digunakan sebagai uji plintir suhu tinggi untuk menilai kemampuan tempaan  suatu bahan. Uji puntir sangat bermanfaat untuk berbagai penggunaan dibidang teknik dan juga penelitian teoretis mengenai aliran plastic. Tujuan uji puntir bertujuan untuk menentukan sifat-sifat modulus elastisitas geser dari material, menentukan kekuatan luluh puntir, menentukan modulus pecah, menentukan tegangan alir

CONCRETE TEST

Concrete Test ( Tes Beton )
Concrete Test ( Tes Beton ) adalah sebuah metode testing yang dilakukan untuk mengukur setiap aspek dari komponen sebuah beton.
Baca Lebih Lanjut

Berikut adalah layanan yang PMTES-PETERGO kelola dalam terkait  tes beton;

UPV & UPE, Ultrasonic Pulse Velocity & Echo, adalah salah metode pengujian beton yang bersifat non-destruktif.

Baca Lebih Lanjut

Core Drill & Compressive Strenght adalah metode untuk pengambilan sample betton dan pengujian parameter kekuatan beton.

Baca Lebih Lanjut

Metode karbonasi adalah metode non-destruktif dengan tujuan mengukur potensi separuh sel, yang merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menunjukkan laju korosi penguatan di dalam beton.

Baca Lebih Lanjut

Metode tes Halfcell adalah metode untuk mengukur potensi korosif besi beton.

Baca Lebih Lanjut

Metode RebarScan/Profometer/covemeter adalah metode non destructive dengan tujuan untuk mendeteksi penulangan pada beton/concrete

Baca Lebih Lanjut

Infrared thermography adalah suatu sistem pemeriksaan NDT (Non Destructive Test) yang menggunakan Kamera Infra merah untuk memeriksa peralatan listrik, struktur beton dan mekanik (M.E) pada pabrik-pabrik, industri pertambangan, gedung bertingkat, supermall, rumah sakit, bandara, pelabuhan,dan fasilitas umum lainnya.

Baca Lebih Lanjut

Uji pembebanan (load test) adalah suatu metode pengujian yang bersifat setengah merusak atau merusak secara keseluruhan komponen-komponen bangunan yang diuji. Pengujian yang dimaksud dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya adalah metode uji beban (load test). Tujuan load Test pada dasarnya adalah untuk membuktikan bahwa tingkat keamanan suatu diperiksa atau bagian diperiksa terregistrasi memenuhi persyaratan peraturan bangunan yang ada, yang tujuannya untuk menjamin keselamatan umum.

Baca Lebih Lanjut

Hammer test dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan/tegangan karakteristik beton yang sudah ada. STANDARD BS4408 pt. 4 atau ASTM G80S-89.SNI ASTM C805:2012.

Baca Lebih Lanjut

Ground Penetrating Radar (GPR) Secara General merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendeteksi kondisi dibawah permukaan tanah.

Saat ini, GPR dapat digunakan sebagi salah satu teknik pengujian non-destruktif (tidak merusak) yang cukup baik untuk diterapkan guna mengetahui kondisi di dalam suatu struktur beton

Baca Lebih Lanjut

Soil Investigation

SOIL INVESTIGATION

Soil Investigation atau penyelidikan tanah adalah serangkaian kegiatan yang perlu dilakukan sebelum pekerjaan pondasi dilakukan.
Baca Lebih Lanjut

Berikut adalah layanan yang PMTES-PETERGO kelola dalam permasalah anda hal terkait Soil Investigation;

Maksud dan tujuan dari pengujian penetrasi SONDIR adalah untuk mengetahui perlawanan/tahanan penetrasi konus/ujung (end Resistance/Cone resistant) dari lapisan tanah pendasar yang dinyatakan dalam kg/cm2 dan hambatan lekat (kulit gesekan) yaitu gaya perlawanan konus atau bikonus yang dinyatakan dalam kg/cm.

Pengujian pengeboran bertujuan untuk membuat lubang di lapisan tanah untuk:

1) Kenali pengaturan lapisan tanah pendukung secara visual dan terperinci.

2) Mengambil sampel tanah terganggu (sampel distrubed) lapisan demi lapisan sampai kedalaman yang diinginkan untuk deskripsi dan klasifikasi tanah (visual gesper tanah) dan juga digunakan sebagai bahan pengujian laboratorium.

3) Ambil sampel tanah yang tidak terganggu (sampel yang tidak berputus asa) untuk bahan pengujian di laboratorium.

4) Melakukan tes penetrasi standar (SPT) tes setiap interval 2 meter.

5) Amati dan Terapkan pengukuran kedalaman air tanah (Ground Water level disingkat GWL).

Uji penetrasi standar dilakukan di lubang bor setelah mengambil sampel tak terganggu pada setiap interval 2,00 m. pengujian penetrasi standar dilakukan di tanah dalam kondisi asli menggunakan Open Standard Split barrel Sampler. Hammer (palu) digunakan untuk menimbang 63,50 kg dengan tinggi 75 cm. pengujian dilakukan dengan menggunakan otomatis drop Hammer Device sehingga palu dapat jatuh bebas tanpa gesekan.

Penelitian di laboratorium diimplementasikan di bawah metode standar ASTM. Contoh tanah asli (sampel Unterganggu) diperoleh sebagai akibat dari pengeboran telah diteliti berlian untuk mendapatkan parameter indeks dan rekayasa Properties. Metode pengujian laboratorium menggunakan American Society for Testing material (ASTM) metode dan standar yang meliputi tes berikut.

1) indekx properti (ASTM D-854-92 & ASTM D-2216-90)

2) uji Penganalisis ukuran graind (ASTM D-421 & ASTM D-422)

3) uji batas atterberg (ASTM D-4318-84)

4) tes kompresi tak terbatas (ASYM D-2166-91)

5) uji Triaksial Undrained tidak terkonsolidasi (ASTM D-2850-57)

6) uji Triaksial terkonsolidasi (ASTM D-4767-02)

7) uji konsolidasi (ASTM D-2435-03)

8) langsung Shear Test (ASTM D-3080-90)

Uji Lapangan adalah tahap pengembangan yang merupakan tahap uji coba.

Seismik shock Test adalah tes untuk menghitung kedalaman, kapasitas membawa dan integritas tiang, pengujian dilakukan dengan palu sebagai kekuatan dan transduser sebagai getaran data Getter (pembaca) yang terjadi menggunakan aplikasi penyaringan Digitall teknik yang dikenal sebagai metode mekanis yang akurat yang terhubung ke frekuensi yang dihasilkan

Peralatan PDA adalah strain yang tinggi non destruktif tes beban metode yang dapat dilakukan selama atau setelah instalasi tumpukan menggunakan peralatan mengemudi tumpukan konvensional. Tes ini dapat diterapkan untuk baja didorong, didorong timbler dan bahkan tumpukan beton. Peralatan PDA menghitung menghitung kecepatan dan kekuatan sinyal yang Diperoleh dari accelerometers dan strain transduser melekat pada tumpukan selama mengemudi.

Light Weight Deflectometer adalah versi portabel dari deflectometer bobot jatuh. Deflektor berat ringan menggunakan sel beban dan geophones dengan akurasi yang sama seperti deflektor Weight jatuh. LWD dapat digunakan untuk menguji trotoar tipis asphaltic, bahan daur ulang terikat dengan berbusa aspal dan langsung menguji subbase Unbound dan subgrade. Output dari LWD dapat digunakan untuk menghitung kekuatan beberapa lapisan trotoar.

California Bearing ratio dinyatakan sebagai persentase gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menembus massa tanah dengan plunger melingkar diameter 50 mm pada laju 1,25 mm/min dibandingkan dengan yang diperlukan untuk penetrasi yang sesuai dalam bahan standar.

Dynamic Cone Penetrometer Test adalah alat sederhana, kasar, nyaman dan ekonomis yang dapat menyediakan indeks cepat dalam situ dari tanah yang tidak terganggu dan bahan dipadatkan di bawah kondisi bidang yang ada.

Metode geoelectrical perbedaan pada resistansi listrik spesifik di bawah permukaan dengan bantuan baterai, dua elektroda electriccurrnt dan dua elektrode potensial. Ada berbagai (Geo-elektrik). Ada berbagai yang pengukuran Geo-listrik. DINO database berisi data dari dua:

1) Vertical Electric Cone penetrasi tes (VES) pengukuran dilakukan sepanjang garis horisontal dari permukaan dan menghasilkan model 1D di tengah set-up pengukuran

2) Continuous VES (VCES) juga dilakukan sepanjang garis dan menghasilkan profil 2D dari subscar

Plate Bearing Test adalah metode langsung untuk menentukan kapasitas bantalan dan hubungan defleksi beban, tetapi hasilnya hanya berlaku untuk geometri dan dimensi pelat uji yang digunakan dan kedalaman yang tertanam pada pelat.

Survey & Mapping

SURVEY & MAPPING

SURVEY &  MAPPING adalah Survei didefenisikan sebuah disiplin ilmu yang meliputi semua metode untuk mengukur dan mengumpulkan informasi tentang fisik bumi dan lingkungan, pengolahan informasi, dan menyebarluaskan berbagai produk yang dihasilkan untuk berbagai kebutuhan.
Baca Lebih Lanjut

Berikut adalah layanan yang PMTES-PETERGO kelola dalam permasalah anda hal terkait Survey & Mapping;

Mechanical, Electrical & Plumbing ( MEP )

Tertarik Menjadi client kami ?

Visit Us

Our Office

Plaza De Lumina C No. 5, RT 03 RW 07, Durikosambi Cengkareng, Jakarta Barat, 11750

Our Workshop

Jl. Kp Belakang RT 02/05 No.29, Kamal, kalideres, Jakarta Barat 11810